Penyakit ini diperkirakan semakin meningkat di masa depan dan kelak mengancam kesehatan manusia. Berdasarkan jajak pendapat oleh Institute for Medicine and Public Health terhadap 6.300 orang, rata-rata orang Amerika menghabiskan waktu 56 jam dalam seminggu hanya untuk duduk. Penyakit duduk kini kian mengancam manusia modern. “Tubuh manusia yang terbentuk sejak jutaan tahun lalu berkembang untuk melakukan satu hal, yaitu gerakan. Sebagai makhluk hidup, kita berevolusi untuk bisa berdiri tegak. Lingkungan kita sebenarnya menuntut aktivitas fisik,” kata James Levine, MD, PhD,dari Mayo Clinic, Rochester.
Menurutnya, sayangnya, saat ini teori itu semakin menurun. Ini karena teknologi yang membuat manusia menjadi makhluk malas. Kehidupan yang serba elektronik telah menggantikan semua aktivitas fisik sehari-hari manusia,” tambah James.
Ditambahkan Marc Hamilton, PhD, profesor biomedis dari University of Missouri, metabolisme tubuh akan terganggu saat duduk dalam jangka waktu lama. “Setelah duduk berjam-jam, tubuh akan mulai mematikan tingkatan metabolismenya, menurunkan sirkulasi dan sedikit membakar kalori.
Semakin sedikit bergerak, semakin sedikit pula gula dalam darah yang digunakan tubuh. “Bahkan setiap 2 jam duduk, kemungkinan terkena diabetes meningkat sebesar 7 persen,” kata Hamilton.
Kebanyakan duduk juga tidak baik untuk postur tubuh dan tulang belakang. “Bahkan jika Anda pergi ke tempat fitnes tiap hari, 60 menit waktu yang dihabiskan di sana tidak akan bisa menggantikan kerusakan yang terjadi akibat tubuh yang duduk setiap hari,” jelas Genevieve Healy, PhD, dari Cancer Prevention Research Centre of the University of Queensland, Australia.
Oleh sebab itu, seimbangkan semuanya dengan aktivitas fisik. Perbanyak gerakan dalam setiap harinya, seperti berjalan kaki, peregangan, lari dan juga seks. Mulai sekarang, sebaiknya kurangi durasi duduk kalau ingin selalu sehat. (new york daily)


0 komentar:
Posting Komentar