SlideShow

0

Jambore Kesehatan remaja 2012


Hari Sabtu lalu (9/12)saya mengikuti dialog yang dilakukan bersama antar lembaga peduli AIDS  maupun Narkoba  di ruang makan Nusantara Kota Maros. Japik Indonesia menyelenggarakan kegiatan Jambore Kesehatan Remaja dengan mengambil topik,’ Jangan Biarkan Generasi Hilang.”
Ibu Dr Nur Fatimah, Spog memaparkan makalahnya tentang isu reproduksi remaja. Beberapa kali ungkapan dokter ini mendapat sambutan geer  kala disebutkan,’ jangan menganggap hubungan seksual sekali tidak akan terjadi kehamilan. “Ini mitos” ,kata ibu berjilbab ini.
Penjelasan ibu dokter yang cukup singkat  tentang isu seksologi namun sangat padat ini terkesan dapat diterima peserta yang hadir. Hanya ada polemik kecil tentang penyajian konsep pendidikan seks. Mahasiswa dan penanya bersepakat kalau pendekatannya memang perlu penyesuaian dari berbagai sudut pandang.
Melhat tulisan sub tema yang dipajang di spanduk, tertulis, Sinkronisasi Pendidikan Sekolah dengan Pendidikan Luar Sekolah Terhadap Perilaku Remaja; Penyalahgunaan Napza, dan Seks Bebas  Yang Tidak Terkendali. Saya pun ikut menanggapi lewat pertanyaan seperti:
Kita senang melihat daya minat para generasi muda “terdidik” mendapatkan sosialisai kesehatan, bahkan sejak usia dini. Sejak di SD para siswa pun sudah mengenal ikon “dokter cilik”. Namun setelah melihat perkembangan dan kontekstual yang berlaku di masyarakat, hal ini masih jauh dari harapan. Coba simak, ada dokter yang mengatakan, hampir setiap minggu dia didatangi “pasien’ yang ingin digugurkan kandungannya.
Peristiwa ini seperti menjadi bencana besar, saya pun sebagai guru akan mendapat pekerjaan rumah besar, untuk mempersiapkan, mengelola, dan mengejawantahkan problema seperti ini kehadapan lingkungan tempat tugas mengajar saya. Alhamdulillah, saya menawarkan kalau penataan sekolah yang berlokasi terpadu (satu atap), sebenarnya berpeluang  melakukan pembinaan yang lebih baik. Lihat saja kalau satu lingkungan sekolah (dibawah yayasan) yang mempunyai tingkatan pendidikan yang lengkap, dari RA(TK),MI(SD),MTs(SMP,MA(SMA/SMK) akan  sangat berpeluang dibuat program simultan(terpadu0  yang serasi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengontrolan. Hal ini akan mudah,terarah, berkesinambungan.
Semoga semua pihak dapat memperhatikan seraya mempertimbangkan untuk meloloskan konsep ini. Turut hadir dalam acara ini Kepala Dinas Pembinaan Generasi Muda, Olahraga dan Seni Kabupaten Maros, Perwakilan pejabat Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulawesi Selatan, para mahasiswa dan lembaga partner.  Presiden BEM  mahasiswa Universitas Muslim Indonesia(UMI) Makassar  juga nampak berperan menjadi tim inisiator. Kegiatan sederhana namun cukup mendapat pengunjung yang antusias ini  masih sangat dibutuhkan adanya tindak lanjut.
0

GEMA SEHAT

 MAROS, FAJAR -- Sedikitnya 200 siswa SMAN 1 Maros mengikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba, Rabu 18 Juli. Para siswa sempat diperlihatkan langsung aneka jenis narkoba oleh tim dari Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulsel dan Jaringan Peduli Kesehatan (Japik).

Selama ini, dalam penyuluhan tentang narkoba para siswa hanya diperlihatkan gambar. Kali ini barangnya diperlihatkan langsung agar siswa dapat mengenalinya dan menghindari penggunaannya.

Selain diberi pemahaman tentang bahaya narkoba, BNP dan Japik juga menggelar tes urine terhadap siswa SMAN 1. Tes dilakukan secara acak untuk mengetahui apakah ada siswa pengguna narkoba atau tidak.

Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNP Sulsel, Husnaeni Husain mengatakan, kegiatan ini sudah tiga kali digelar. Namun, untuk tingkat SMA, ini adalah yang pertama kali.

Dari kegiatan ini, BNP akan memilih 35 siswa untuk diikutkan pada pelatihan tentang narkoba. Selanjutnya mereka akan menjadi duta narkoba di sekolahnya. Pada tahun-tahun berikutnya, BNP dan BNK akan bekerja sama dengan duta itu untuk penyuluhan.

Husnaeni mengatakan, jika ada siswa yang ditemukan positif narkoba, yang bersangkutan tidak akan diproses hukum. Mereka hanya akan dimasukkan ke pusat rehabilitasi dan dilakukan pembinaan. "Karena mereka hanya korban. Beda kalau pengedar," jelasnya.

Kepala SMAN 1 Maros, Muslimin sebenarnya berharap tes urine itu bisa diikuti oleh semua siswa. Tetapi karena adanya pembatasan sehingga hanya 200 siswa yang menjalani tes dan mengikuti penyuluhan.

Dia mengatakan, jika dari hasil tes urine ditemukan siswa yang terindikasi positif memakai narkoba, dia mengaku akan melakukan pendekatan persuasif. Sanksi yang akan dikenakan hanya berupa skorsing.


0

Semangat pembaharuan

Simpan rasa takut untuk diri sendiri tapi tularkan keberanian pada orang lain.
Berhenti mermutar berulang-ulang kenangan bahagia anda. Hari ini, mulailah melakukan dan memimpikan kehidupan baru anda yang LUAR BIASA! Ayolah
Dalam kehidupan semua orang, pada suatu saat, api batin kita padam. Hal ini kemudian meledak menjadi nyala api melalui perjumpaan dengan orang lain. Kita semua harus bersyukur untuk orang-orang yang telah mengobarkan semangat batin
Puncak-puncak gunung memberikan inspirasi untuk para pemimpin, namun lembah-lembah gununglah yang mendewasakan mereka.
0

Aksi Kenaikan Bahan bakar minyak di makassar


0

Rapat Kerja Nasional JAPIK INDONESIA



dalam rangka memantapkan program 2012 kami melaksanakan rakernas dengan agenda penyusunan bebrapa program.dihadiri dewan pembina dan seluruh pengurus beserta beberapa anggota JAPIK Indonesia
 


0

Tim Kemanusiaan Bencana Alam Di Kab Sidrap Provinsi Sulawesi Selatan



Dr.Ramli Yunus,Dr.Rais Munajat & Ketum Japik beserta Pengurus Harian Japik di area lokasi puting beliung desa wetee kecamatan pancalautan kabupaten sidrap.










0

JAPIK go to School

Sekarang ini, yang terjadi adalah jaringan bandar narkoba bergerak dari kampung ke kampung. Gerak-gerik mereka begitu leluasa karena kian meluasnya penggunaan hand phone dalam masyarakat.

Bahkan, para bandar narkoba sudah melirik anak-anak Sekolah Dasar (SD) untuk menjadi korbannya. Lewat jualan produk makanan dan minuman di sekitar sekolah, anak-anak dengan mudah terjebak masuk dalam perangkap obat terlarang itu.
Data BNN menunjukkan dari tahun ke tahun korban narkoba di bawah usia 15 tahun terus meningkat. kasus narkoba di kalangan anak-anak di bawah usia 15 tahun mencapai 21 kasus. meningkat tajam mencapai 109 kasus.

Kondisi itu menimbulkan kekuatiran pada orang tua. Hampir semua orang tua yang memiliki anak, sangat cemas akan anaknya terjerumus dalam masalah narkoba.
Lantas apa upaya untuk memberantas benda terlarang itu? Selama ini memang telah dilakukan berbagai cara oleh berbagai pihak untuk mencegahnya. Misalnya kampanye anti narkoba oleh negara lewat BNN, baik secara lokal dan nasional terus digelar. JAPIK LSM bergerak di wilayah kesehatan  pun tidak henti-hentinya mengeluarkan kampanye anti narkoba.

Kampanye lewat media cetak,  elektronik, pamlet, selebaran, baliho, dan penyuluhan di masyarakat maupun sekolah-sekolah pun gencar dilakukan.sebagaimana yg dipaparkan ketua BNN kota makassar.