SlideShow

0

GEMA SEHAT

 MAROS, FAJAR -- Sedikitnya 200 siswa SMAN 1 Maros mengikuti penyuluhan tentang bahaya narkoba, Rabu 18 Juli. Para siswa sempat diperlihatkan langsung aneka jenis narkoba oleh tim dari Badan Narkotika Provinsi (BNP) Sulsel dan Jaringan Peduli Kesehatan (Japik).

Selama ini, dalam penyuluhan tentang narkoba para siswa hanya diperlihatkan gambar. Kali ini barangnya diperlihatkan langsung agar siswa dapat mengenalinya dan menghindari penggunaannya.

Selain diberi pemahaman tentang bahaya narkoba, BNP dan Japik juga menggelar tes urine terhadap siswa SMAN 1. Tes dilakukan secara acak untuk mengetahui apakah ada siswa pengguna narkoba atau tidak.

Pelaksana tugas Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNP Sulsel, Husnaeni Husain mengatakan, kegiatan ini sudah tiga kali digelar. Namun, untuk tingkat SMA, ini adalah yang pertama kali.

Dari kegiatan ini, BNP akan memilih 35 siswa untuk diikutkan pada pelatihan tentang narkoba. Selanjutnya mereka akan menjadi duta narkoba di sekolahnya. Pada tahun-tahun berikutnya, BNP dan BNK akan bekerja sama dengan duta itu untuk penyuluhan.

Husnaeni mengatakan, jika ada siswa yang ditemukan positif narkoba, yang bersangkutan tidak akan diproses hukum. Mereka hanya akan dimasukkan ke pusat rehabilitasi dan dilakukan pembinaan. "Karena mereka hanya korban. Beda kalau pengedar," jelasnya.

Kepala SMAN 1 Maros, Muslimin sebenarnya berharap tes urine itu bisa diikuti oleh semua siswa. Tetapi karena adanya pembatasan sehingga hanya 200 siswa yang menjalani tes dan mengikuti penyuluhan.

Dia mengatakan, jika dari hasil tes urine ditemukan siswa yang terindikasi positif memakai narkoba, dia mengaku akan melakukan pendekatan persuasif. Sanksi yang akan dikenakan hanya berupa skorsing.


0 komentar: