ABSTRAK
Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior, yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan. Operasi hernia atau hernia repair terdiri dari herniotomi, herniorafi, dan hernioplasti. Pada kasus ini, Bp. Z, laki-laki usia 45 tahun mengeluh ada benjolan di lipat paha kanan yang timbul saat berdiri dan menghilang saat berbaring. Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel. Penatalaksanaan yang dilakukan adalah dengan melakukan operasi hernia repair. Setelah operasi, pasien ini diberi injeksi antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi dan injeksi analgetik untuk mengurangi nyeri setelah operasi.
Keyword : Hernia repair, Hernia inguinalis lateralis
HISTORI
Pasien Bp. Z, laki-laki berumur 45 tahun datang ke poli bedah dengan keluhan terdapat benjolan di lipat paha kanan. Keluhan dirasakan semenjak 3 bulan yang lalu. Pada awalnya benjolan sebesar ibu jari pada lipat paha kanan, kemudian lama – lama benjolan pada lipatan paha kanan membesar. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Pasien tidak mengeluh nyeri, mual, muntah, serta demam. Nafsu makan, flatus, BAK, BAB tidak ada gangguan. Pasien kemudian memutuskan untuk di rawat di Rumah Sakit. Pasien belum pernah menderita penyakit serupa. Riwayat penyakit gula, darah tinggi disangkal. Pada pemeriksaan didapatkan keadaan umum tampak tenang, gizi cukup, kesadaran kompos mentis, tanda vital: TD 120/80 mmHg, frek nadi 80 x/menit, frek nafas 20 x/menit, suhu 36,5oC. Teraba benjolan di regio inguinalis dextra, konsistensi kenyal, licin, nyeri tekan (-), bising usus (+). Pemeriksaaan penunjang seperti darah dan rontgen thorak dalam batas normal.
DIAGNOSIS
Pasien ini didiagnosis dengan hernia inguinalis lateralis dextra reponibel
TERAPI
Pada pasien ini dilakukan tindakan operasi hernia repair dengan metode bassini untuk mereposisi atau mengembalikan usus yang masuk ke dalam lubang inguinlis lateralis. Setelah operasi pasien diberikan injeksi antibiotik berspektrum luas 1 gram yang diberikan 3 kali sehari intravena untuk mencegah terjadinya infeksi setelah operasi serta injeksi analgetik 30 mg yang diberikan 2 kali dalam sehari intravena untuk mengurangi nyeri setelah operasi.
DISKUSI
Pada kasus ini, pasien 45 tahun mengeluh adanya benjolan di lipat paha kanan, yang semakin hari semakin membesar. Benjolan timbul bila pada posisi berdiri dan beraktivitas dan menghilang dengan posisi tiduran. Pasien tidak mengeluh nyeri, mual, muntah, serta demam. Nafsu makan, flatus, BAK, BAB tidak ada gangguan. Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik, pasien ini didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel, sehingga perlu dilakukan tindakan operasi hernia repair. Hernia inguinalis lateralis adalah tonjolan dari perut di lateral pembuluh epigastrica inferior, yang keluar melalui dua pintu dan saluran yaitu annulus dan canalis inguinalis. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Hernia inguinalis dapat terjadi karena anomali kongenital atau karena sebab yang didapat. Lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita. Berbagai faktor penyebab berperan pada pembentukan pintu masuk hernia pada annulus internus yang cukup lebar sehingga dapat dilalui oleh kantong dan isi hernia. Disamping itu diperlukan pula faktor yang dapat mendorong isi hernia melewati pintu yang sudah terbuka cukup lebar tersebut. Pada orang sehat ada tiga mekanisme yang dapat mencegah terjadinya hernia inguinalis, yaitu kanalis inguinalis yang berjalan miring, adanya struktur muskulus oblliqus internus abdominis yang menutupi annulus inguinalis internus ketika berkontraksi, dan adanya fascia transversa yang kuat menutupi trigonum hasselbach yang umumnya hampir tidak berotot. Pengobatan operatif merupakan satu-satunya pengobatan hernia inguinalis yang rasional. Indikasi operasi sudah ada begitu diagnosis ditegakkan.
Indikasi diadakan operasi:
1. Hernia inguinalis yang mengalami inkarserata, meskipun keadaan umum jelek.
2. Hernia reponibel pada bayi dengan umur lebih dari 6 bulan atau berat badan lebih dari 6 kilogram. Jalannya operasi menggunakan obat anastesi lokal berupa procain dengan dosis rnaksimum 200 cc. Jika digunakan anastesi lokal, digarnbarkan incisi berbentuk belah ketupat dan diberikan kira-kira 60 ml xylocain 0,5 persen dengan epinefrin.
Operasi hernia ada 3 tahap
1. Herniotomy yaitu membuka dan memotong kantong hernia serta mengembalikan isi ke cavum abdominalis.
2. Herniorafi yaitu mulai dari mengikat leher hernia dan menggantungkannya pada conjoint tendon.
3. Hernioplasty yaitu memberi kekuatan pada dinding perut dan menghilangkan locus minnoris resistentiae.
Hernioplasty ada bermacarn-macam menurut kebutuhannya:
1. Ferguson
Yaitu funiculus spermaticus ditaruh di sebelah dorsal dari musculus obliqus externus dan internus abdominis dan muskulus obliqus internus dan transversus dijahitkan pada ligamenturn inguinale dan meletakkan funiculus spermaticus di dorsal, kemudian aponeurosis muskulus obliqus externus dijahit kembali sehingga tidak ada lagi kanalis inguinalis.
2. Bassini
Muskulus obliqus internus dan muskulus transversus abdominis dijahitkan pada ligamentum inguinale. Funikulus spermaticus diletakkan ventral dari muskulus tadi tetapi dorsal dari aponeurosis muskulus obliqus eksternus sehingga kanalis inguinalis kedua muskuli tadi memperkuat dinding belakang dari kanalis inguinalis, sehingga locus minoris resistantiae hilang.
3. Halstedt
Di lakukan untuk memperkuat atau menghilangkan locus minonis resistentiae. Ketiga muskulus, muskulus obliqus eksternus abdominis, muskulus obliqus internus abdominis, muskulus obliqus transversus abdominis, funikulus spermatikus diletakkan di sub kutis.
4. Shouldice
Membuka lantai inguinalis dan mengimbrikasi fascia transversalis dengan teknik jahitan kontinyu.
Setelah dilakukan operasi untuk mencegah terjadinya infeksi dapat diberikan injeksi antibiotik yang berspektrum luas seperti golongan ampisilin, klindamisin serta aminoglikosida. Selain itu, dapat juga diberikan injeksi analgetik untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri setelah operasi
KESIMPULAN
Berdasarkan anamnesis serta pemeriksaan fisik, Bp. Z didiagnosis hernia inguinalis lateralis dextra reponibel dan akan dilakukan operasi hernia repair. Setelah dilakukan operasi, pasien diberikan injeksi antibiotic 3 x 1 gram untuk menghindaari infeksi pasca operasi serta analgetik 2 x 30 mg untuk mengurangi nyeri pasca operasi.

0 komentar:
Posting Komentar